Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) & Macam-Macam HAM

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) – Sejak manusia dilahirkan, manusia telah memiliki hak asasi. Hak tersebut sangatlah penting karena hak tersebut hak yang dimiliki masing-masing pribadi dan tak seorangpun mampu mengusiknya. Hak asasi diberikan oleh Tuhan Yang Maha Tunggal kepada setiap manusia agar manusia dapat mensyukuri apa yang telah mereka miliki serta mampu mengekpresikan kemampuan dan perasaannya masing-masing. Tetapi, hak asasi sering kali disalah gunakan untuk kepentingan pribadi yang merugikan orang lain. Sebanarnya apa sih hak asas manusia (HAM) itu? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan berikut ini terkait dengan pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) & macam-macam HAM.

Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia)

HAM atau Hak Asasi Manusia adalah hak yang dimiliki oleh setiap manusia yang didapatkan sejak lahir. HAM sudah melekat dalam diri manusia dan tak ada satupun orang lain yang berhak mengganggu gugat HAM, karena HAM merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. HAM membuktikan bahwa kita semua memiliki derajat yang sama dalam beberapa hal yakni berhak bebas dan memiliki martabat dll.
Hak Asasi Manusia (HAM) memiliki cakupan yang sangat luas, baik HAM yang bersifat individual (perseorangan) ataupun HAM yang bersifat komunal atau kolektif (masyarakat). Upaya dalam memperjuangkan HAM sudah berlangsung berabad-abad, dan secara eksplisit baru terlihat sejak berakhirnya perang Dunia II, dan semakin intensif sejak akhir abad ke-20 dan mulai di akui diberbagai belahan dunia hingga kini.

Di negara kesatuan republik indonesia sendiri khususnya dalam kehidupan berbangsa perkembangan dalam upaya penegakan dan pemenuhan HAM sangatlah pesat. Hal ini dapat terlihat dari terbentuknya sejumlah komisi Nasional HAM yakni yang bersifat umum atau menyeluruh. Misalnya, Komnas HAM. dan ada pula yang bersifat khusus. Misalnya, Komnas Perempuan dan Komnas Anak. Sedangkan dibidang perundang-undanganyang dapat kita temukan ialah hasil amandemen ke-4 UUD 1945 pada tahun 2002, yaitu BAB XA, yang terdiri dari 10 pasal, yaitu pasal 28 A -28 J. Bab dan pasal-pasal ini banyak menyerap (mengadopsi dan meratifikasi ) isi the Universal Declaration of Human Rights maupun dokumen-dokumen HAM lainnya yang disusun dan disepakati secara internasional.

Landasan HAM tersebut merupakan cikal bakal hadirnya keadilan dan keberadaban manusia yang dapat menyatukan perbedaaan tanpa membeda-bedakan antar agama, ras, suku, dan bangsa. Pernyataan ini juga berdasarkan dari beberapa pendapat para ahli tentang pengertian HAM. Adapun pengertian HAM menurut para ahli adalah sebagai berikut:

• C. de Rover
C. de Rover berpendapat bahwa HAM merupakan hak hukum yang sama kepada setiap manusia baik miskin maupun kaya, perempuan atau laki-laki. Walaupun hak-hak yang telah mereka langgar akan tetapi HAM mereka tetap tidak dapat dihilangkan. Hak asasi adalah hukum, yang mesti terlindungi dari aturan nasional agar semuanya terpenuhi sehingga HAM dapat ditegakkan, dilindungi dan dijunjung tinggi.

• Frans Magnis Suseno
Frans magnis suseno adalah HAM penjaga martabat kemanusiaan, manusia memiliki HAM karena dia manusia

• DAVID BEETHAM dan Kevin BOYLE
David beetHAM dan kevin boyle mengartikan HAM sebagai suatu kebebasan yang fundamental dan memiliki keterhubungan dengan kapasitas manusia dan kebutuhan manusia.

• JOHN LOCKE
JOHN LOCKE mengartikan HAM ialah suatu hak yang dihadiahkan oleh Tuhan yang bersifat kodrati dimana hak asasinya tidak pernah dan tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya, sehingga hak asasi merupakan sesuatu yang suci dan mesti dijaga.

• Miriam Budiarjo
HAM merupakan hak-hak asasi manusia yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia dari lahir dan kehadirannya dalam masyarakat.

• G.J Wolhos
HAM adalah sejumlah hak yang telah mengakar dan melekat dalam diri manusia, hak-hak inilah yang tidak boleh dihingkan, karena menghilangkan HAM sama saja anda menghilangkan derajat kemanusiaan itu.

• Oemar Seno Adji
Beliau mengartikan HAM merupakan hak yang telah melekat bersama martabat kemanusiaan, dimana hak-hak inilah yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun.

• Leah Kevin
Leah Kevin bahwa konsepsi tentang hak-hak asasi manusia mempunyai dua makna dasar. Yang pertama ialah bahwa hak-hak hakiki dan tak terpisahkan menjadi hak seseorang hanya karena ia adalah manusia. Hak-hak itu merupakan hak-hak moral yang berasal dari keberadaannya sebagai manusia dari setiap umat manusia. Makna kedua dari hak-hak asasi manusia adalah hak-hak hukum, baik secara nasional maupun internasional.

• Komnas HAM
Komnas HAM adalah “Hak Asasi manusia mencakup segala bidang kehidupan manusia, baik sipil, politik, maupun ekonomi, sosial dan kebudayaan. Kelima-limanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hak-hak asasi politik dan sipil tidak ada artinya apabila rakyat masih harus bergelut dengan kemiskinan dan penderitaan. Tetapi, dilain pihak, persoalan kemiskinan, keamanan dan lain alasan, tidak dapat digunakan secara sadar untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan politik serta sosial masyarakat.

Hak asasi manusia tidak mendukung individualisme, melainkan membendungnya dengan melindunginya individu, kelompok dan golongan , ditengah-tengah kekerasan kehidupan modern. HAM merupakan tanda solidaritas nyata suatu bangsa dengan warganya yang lemah.

Dari beberapa pendapat diatas dapat kita simpulkan bahwa HAM merupakan sesuatu yang paling mendasar dalam diri manusia yang tak ada satu orang pun yang bisa menghilangkan HAM, ketika kita menginginkan melepaskan diri dari HAM maka anda sama saja tidak menghargai derajat kemanusiaan.

Macam-macam HAM atau hak asasi manusia

Setelah kita memahami tentang pengertian HAM. Kini kita akan membahas tentang macam-macam Hak Asasi Manusia, Adapun macam-macamnya dapat kita kelompokkan dalam enam bagian yakni:

1) Hak asasi pribadi
Hak asasi pribadi ialah hak asasi yang bersifat privasi sehingga dapat memberikan kebebasan kepada individu untuk bergerak, bepergian, bebas menyatakan pendapat, memiliki hak kebebasan untuk aktif dalam suatu organisasi, dan hak dalam menjalankan perintah Tuhan.

2) Hak asasi Politik
Hak asasi politik ialah hak asasi yang berhubungan dengan hak untuk memilih dan dipilih dalam setiap pemilihan yang bersifat politik. Selain itu kita juga berhak untuk ikut dalam setiap kegiatan pemerintah, dan berhak membuat dan mengajukan suatu petisi.

3) Hak Asasi Hukum
Hak asasi hukum ialah hak asasi manusia yang berhubungan dengan hak manusia dalam hukum. Maksudnya kita memiliki kesamaan dalam sebuah hukuman dan pemerintahan. Misalnya, berhak dalam mendapatkan perilaku yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

4) Hak asasi ekonomi
Hak asasi ekonomi ialah hak asasi yang berkaitan dengan perekonomian manusia. Yakni dimana setiap orang berhak melakukan proses jual beli, berhak dalam mengadakan sebuah perjanjian kontrak, berhak memiliki sesuatu dan pekerjaan yang layak,dll.

5) Hak Asasi Peradilan
Hak asasi peradilan merupakan hak asasi yang berkaitan dengan hak seseorang dalam sebuah persidangan. Dalam tata cara pengadilan diperlukan hak asasi peradilan, dimana kita berhak memperoleh persamaan derajat didepan hukum. Yakni berhak dibela dan memberikan kesaksian.

6) Hak Asasi Sosial Budaya
Hak asasi sosial budaya ialah hak asasi yang berkaitan dengan kondisi masyarakat yang ada disekitarnya. Dimana setiap manusia berhak untuk memilih dan menentukan pendidikannya nanti, dan berhak untuk memilih kemampuan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Selain itu HAM dapat pula dikategorikan menurut kronologi perkembangannya. Pertama, HAM Generasi pertama, yakni hak-hak sipil dan politik (Sipol). Kedua, HAM Generasi kedua, yakni hak-hak ekonomi, sosial dan budaya (Ekosob). Ketiga, HAM Generasi Ketiga, yakni hak-hak solidaritas maupun hak kolektif yang mencakup hak-hak atas pembangunan, kedamaian, dan lingkungan hidup yang sehat, juga hak-hak kelompok minoritas.

Seiring perkembangan peradaban masyarakat dunia dan pemikiran politik yang semakin berkembang pesat maka HAM pun semakin berkembang dan bertambah banyak. Menurut Jack Donnely, perluasan konsep HAM tersebut paling baik ditafsirkan menurut Teori Konstruktivis. Teori ini mengatakan bahwa HAM timbul dari tindakan manusia dan merupakan pilihan visi moral tertentu tentang potensi manusia dan lembaga-lembaga untuk merealisasikan visi itu.

Dengan kata lain, umat manusialah yang memutuskan menurut pengertian mereka sendiri. Perkembangan HAM diperlukan demi terciptanya kehidupan yang secara morl berharga. Didasarkan semakin banyaknya HAM, maka untuk memudahkannya dalam mengekpresikan hidup.

Sekian pembahasan mengenai HAM. Semoga bermanfaat.

Pencarian :cakupan hak asasi manusia ,cakupan HAM ,cakupan ham kartasaputra ,cakupan ham menurut kartasaputra ,Cakupan hak asasi individual ,cakupan hak asasi manusia menurut kartasaputra ,dalam udhr ham di kelompokan menjadi 6 apa saja yang termasuk ham personal right ,ham menurut kartasaputra ,pengertian tentang cakupan cakupan ham